11.4.11
Rubrik review! Asuhan Kak Katy Bon |Leonardo – The Sun|
Leonardo | The Sun | Buttonijo / Demajors | IDR 30,000
Sekilas melihat cover album Leonardo yang catchy, saya mengharapkan akan mendapati jazzy-like music, tapi ternyata saya salah, haha. Tidak lama setelah CD masuk player terdengarlah sebuah lagu yang begitu masuk intro langsung mengingatkan saya pada lagu-lagu band indie pop Inggris era 80 awal. Intro Insecure terdengar lawas dengan vokal yang rendah dan berat.
Saya pikir satu album akan setipe ini, ternyata saya salah lagi. Wondrous Sky masuk lebih tenang dan mendayu, soothing and easy. Lights Over Me lebih terdengar country lengkap dengan genjrengan gitar a la Sheryl Crow. Nama Kartika Jahja menjamin lagu ini mendapat dukungan vokal yang kuat dan berkarakter. Sampai lagu ketiga ini, saya jadi tidak berani menduga-duga lagu selanjutnya akan seperti apa, dan menunggu saja ia berputar dan mengungkap diri dengan sendirinya.
A Sad Man Belong In Corner terasa lebih balad dengan iringan akustik gitar dan sisipan siul. Cocok dengan judulnya, terdengar seperti seseorang yang spontan menciptakan lagu dan menyanyi untuk teman-temannya, menceritakan sedih yang dirasakan. Happy Suffering Song kemudian mengalun, menjanjikan keramaian dan keceriaan lebih, dengan eksplorasi bebunyian yang keluar dari mulut, choir, gitar, dan perkusi. Lagu ini pun berlalu singkat. Blatant dibuka dengan suara rendah dan berat Leonardo. Lagi-lagi saya mendapat kesan cowboy yang bermusik dalam bar saloon lengkap dengan boots dan jeans belel, mengembalikan ingatan saya akan iklan komersial mustang, ha ha. Lagu ini asik, Leonardo maupun Melanie Wilson (Lani Leyli) sebagai guest vocal terdengar sangat menikmati dan lepas. Liriknya juga asik, “I believe the government, they will always be there..and I’m a fucking liar..” ha ha. Midnight Hooray, yang seperti judulnya, lagunya “hore”. Leonardo yang adalah juga drummer/vocalist/guitarist dari Zeke and The Popo membuat saya paham saat lagu ini mengingatkan saya pada “Mighty Love” nya ZATPP.
Tequila Lullaby sedih mengalun dengan dentingan piano yang minor. Leonardo membagikan banyak hal di album ini, bukan hanya jumlah tracks yang royal dan acuan musikalitas yang bervariasi, tapi juga cerita. Marah, kecewa, senang, sedih. Seperti pada Dawn, yang terasa megah dengan tambahan instrumen biola walau mood nya masih juga turun. Seconds to a Minute, lagu yang menurut saya bagus tapi sayangnya karakter vokal Leonardo kurang pas dan membuat lagu ini jadi kurang catchy. The Sun mengalun dengan iringan biola solo yang terasa oriental, yang lagi-lagi sayangnya dengan suara rendah Leonardo, lagu ini masih terasa kurang “menarik” kuping saya yang awam. Akhir paragraf, akhir album, inilah lagu penutup, Something Between My Room and Yours. Dari keseluruhan satu album, lagu ini yang paling menarik perhatian saya sedari awal CD ini berputar. Semakin di dengar, saya semakin suka. Diawali dengan efek suara pemantik dan rokok yang terbakar dan dihisap, lalu vokal Leonardo yang bernyanyi tipis pada nada tinggi. Awalnya hanya diiringi petikan gitar yang sederhana, tapi tunggu dulu.. setelah itu masuk guest vocal Mian Tiara yang jazzy dan perkusi serta akordeon yang membuat lagu ini terdengar seksi dan soothing. Sungguh, lagu ini enak sekali!
Yak, akhir kata, album ini bisa kamu beli di you-know-where-dimana-lagi-kalo-bukan-di Omuniuum. Belilah album ini kalau kamu sudah mulai bosan dengan musik yang begitubegitu saja, mulai kekurangan referensi, atau mulai kebanyakan nonton acara musik pagi di televisi. Bener deh. Album ini refreshing dan kaya akan eksplorasi bermusiknya seorang Leonardo, yang ternyata sudah delapan belas tahun menjadi musisi dan berkontribusi dalam banyak album, sebelum akhirnya album solo ini lahir. Tempting, eh?
P.S. Review Kak Katy Bon ini makin lama makin serius ya, kurang seru nih.. hihihi.. Kalo ada yang mau kirim surat cinta untuk Kak Katy Bon bisa di imel ke order@omuniuum.net, nanti kami sampaikan. Eh, pesen CD bisa via sms ke 087821836088 yaks! Oh, biar keliatan update dan eksis, jangan lupa mention kita di twitter ya, @omuniuum atau @itbo
10.11.10
CD Review Of The Week* Pt.1
perlu diketahui sebelumnya kalau admin kita di Omuniuum memang malasnya keterlaluan, jadi maaf aja kalojarang update. Tapi akhir-akhir ini tampaknya dia mulai menemukan ketertarikannya lagi untuk tak-tik-tuk ngetik di keyboard komputer dan menulis sedikit cerita. semoga menghibur. Eh, btw, satu lagi, judulnya aja tulisan ini review padahal, ini hanya strategi pemasaran buat bikin orang-orang mau beli apa yang kita jual. Ga percaya ? Silakan membaca. Enjoy!
White Shoes and The Couples Company – Album Vakansi
2010. Purapura records. Distribusi. Demajors. Harga Rp 35,000.
Sejujurnya, saya bukan penggemar WSATCC. Sudah beberapa kali saya melihat pertunjukan mereka secara langsung dan tidak peduli apa kata orang atau mohon maaf bagi para penggemar berat WSTACC, saya belum menemukan ketertarikan lebih untuk mendengarkan mereka sampai ketemu dengan Album Vakansi ini.Asalnya cuma basa-basi mencoba mendengar biar ga buta-buta amat kalau ada pembeli yang nanya, itu album barunya WSATCC bagus atau tidak. Tapi, entah faktor apa, begitu didengarkan, hal yang pertama saya lakukan adalah membeli CD-nya [lho, kan toko sendiri, tapi memang saya koleksi CD lokal yang saya suka, mau apa hayo ?], lalu melakukan proses yang saya pikir dilakukan oleh banyak orang akhir-akhir ini, meng-copy-nya dalam bentuk Mp3, memasukkannya ke dalam playlist toko dan mendengarnya berulang kali.
Menarik. Formulanya masih sama, WSATCC dari dulu memang terkenal dengan sound vintage dan retro yang kental, membawa kita mengenang era-era tahun 60 – 70-an. 13 track dalam Album Vakansi juga begitu. Yang unik dalam album ini mereka lebih baik dan ramah dalam membawakan lagu-lagunya. tidak pusing dengan suara-suara musik yang riuh rendah, tidak juga memaksa sok retro atau sok jadul, mulus semulus-mulusnya, Album Vakansi mengantarkan kita bernostalgia dengan masa lalu a la WSATCC.
Cocok didengar di sore hari sambil bekerja dengan volume yang sedang atau bisa juga didengarkan di dalam mobil tetap di sore hari, dikala senja dan ada sinar keemasan dari matahari yang mau tenggelam. Eh, sambil menatap rintik hujan ditemani kopi atau teh enak juga. Eh, intinya ini album cocok untuk sore hari tanpa merusak mood dan semangat bekerja alias menghibur.
Track favorit : Berjalan-jalan dan Selangkah Keseberang – Fariz R.M.
Ketahui mereka lebih jauh di : www.wsatcc.com . Follow twitter mereka di @wsatcc
Sarasvati – Story Of Peter
2010. Sarasvatimusic. Limited ed. Harga Rp 40,000Saya tidak akan berkenalan dengan Sarasvati kalau saja tidak bertemu dengan Risa Saraswati, sang pemilik suara cantik yang membawakan lagu-lagu dalam album ini. Pengalaman pertama mendengarkan lagu-lagu dari album ini tidak akan pernah saya lupakan karena membuat saya dan beberapa teman begadang membungkus tumpukan CD yang akan diedarkan pada saat launching album di Bumi Sangkuriang pada pertengahan Juli 2010.
Pada saat mengenal Risa juga kemudian saya tahu kalau dia diwarisi bakat entah benar entah tidak karena saya geblek banget kalo urusan sama dunia gaib, dia itu punya bakat melihat hal-hal gaib yang kemudian melekat erat karena cerita-cerita itu yang dia tuangkan di album ini. Cukup soal pengalaman bertemu dan soal gaib-gaib, biar kalian nanti tanya atau lihat sendiri cerita-ceritanya di facebooknya Sarasvati, yang saya mau bahas tentu saja albumnya.
Pertama mari kita bahas packaging CD-nya. Menurut info yang saya dengar, CD ini merupakan edisi terbatas, didalamnya terdapat kartu remi, poster dan tentunya selipan lirik dari 7 lagu yang terdapat di album ini. Artworknya bagus dan ya itu tadi, t e r b a t a s. Jadi rugi kalau tidak beli. Soal lagunya, dijamin suka, apalagi kalau liat performance Sarasvati full dengan big band dan performanya yang ciamik baik secara kostum atau pun kualitas manggungnya yang diusahakan selalu maksimal. Kembali ke soal lagunya yang saya bilang tadi dijamin suka, seluruh lagu di album ini wajib didengarkan dan dimasukkan dalam playlist sehari-hari. Favorit saya adalah Oh I Never Know, Bilur dan Fighting Club.
Tambahan, genrenya itu adalah pop berbalut mistis, kalo penakut, jangan didengarkan sendirian, soalnya bikin merinding.
Sarasvati bisa ditemui di : http://www.facebook.com/risasarasvati. Follow twitter di @sarasvatimusic.
[ditulis sambil jaga warung karena emang kerjaannya jaga warung sama @itbo]
* CD Review Of The Week diusahakan muncul setiap minggunya demi mendukung band-band lokal yang rata-rata distribusi CD-nya dilakukan secara independen. Musik dengan mudah bisa dicari dan didownload lewat media internet tapi jika memiliki rupiah, mari sisihkan untuk membeli CD demi kelangsungan hidup band yang kita sukai.
Jika ada perkataan yang menyinggung atau ada hal-hal yang ingin diminta untuk diperbaiki, silakan kontak admin kita dan kalau mau nyumbang review CD favoritmu, silakan kirim juga admin kita. Kalo oke menurut admin kita yang pemalas, pasti dimuat dan semoga bisa kasih hadiah, amin. Admin bisa dikirimi surat cinta di order@omuniuum.net/omuniuum@gmail.com atau disapa lewat @omuniuum.
Kalau mau order CD-nya, kontak aja 087821836088.
1.4.09
Tcukimay : Self Title Album
Bonus Track Lagu Bakakak Hayam (Cover Noin Bullet) Feat; Themfuck Jeruji
Dan beberapa lagu kolaborasi. Anjing Tirani feat: Amenk Disinfected
Birutikotabandung feat: Ayi Beutik.
Dapatkan juga bonus poster tiap pembelian CD.
IDR 25,000
Check their profile : www.myspace.com/tcukimaysia
17.3.09
DeadSquad - HorrorVision

Pada bulan Juni 2006 Prisa Ex – Zala bergabung untuk mengisi kekosongan pada posisi gitar,Berlanjut dengan pencarian vokalis akhirnya pada posisi vocal, Deadsquad mendapatkan Babal ( Alexander ).Atas Kesepakatan Bersama pada tanggal 29 Agustus 2006 terbentuklah nama DEADSQUAD / DS. Bulan Juli 2008 Prisa resmi keluar.
Setelah berjalan sekian lama dengan konsep 1 gitar akhirnya pada bulan Oktober 2008 Deadsquad menemukan sosok seorang gitaris yaitu : Coki Bollemeyer ( NETRAL ). Dan pada bulan yang sama Daniel ( Abolish Conception ) bergabung bersama Deadsquad menggantikan Babal.
9 maret 2009 DEADSQUAD mengeluarkan album pertamanya dengan titel "Horror Vision" yg dirilis oleh Rottrevore Records ( Indonesia ), dan juga di rilis oleh Dark Coleseum Records ( Malaysia ).
Cd DeadSquad sudah tersedia di Omuniuum dengan harga IDR 50,000. untuk pemesanan, silakan via imel atau PM yaks!
24.1.09
CD Efek Rumah Kaca
Band Members : Adrian (Bass & Backing Vocal) Akbar (Drum & Backing Vocal) Cholil (Vocal & Guitar)
Influences : jon anderson, peter gabriel, the beatles, sting, smashing pumpkins, bjork, radiohead, jeff buckley, rufus wainwright, sufjan stevens, billie holiday, iwan fals, eros djarot, guruh sukarno putra, chrisye, sore, santamonica, zeke and the popo
Label : Aksara records
Harga : IDR 35,000
Kamar Gelap adalah sophomore yang jenius. Tiap lagu dari dua belas lagu di album ini punya daya pikat yang luar biasa hebat.
Padahal, mereka membuka album ini dengan sebuah track gelap berjudul Tubuhmu Membiru Tragis. Kalau saya jadi A&R mereka, saya tidak akan meletakan track ini di depan. Bukan apa, untuk mereka yang baru berkenalan dengan Efek Rumah Kaca, bisa jadi ini bukan momen perkenalan yang bagus.
Tubuhmu Membiru Tragis buat saya malah menjadi sebuah pembuka yang pelan-pelan menyihir perasaan cinta kepada band ini.
Track berikutnya adalah Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa. Nah, inilah perkenalan sebenarnya. Kamar Gelap adalah album yang menampilkan ‘sisi lain’ Efek Rumah Kaca. Jika musik mereka secara tempo tidak begitu kencang di album pertama, maka ada beberapa lagu di album ini yang berlawanan dengan hal itu. Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa adalah pembukanya. Jika mendengarkan lagu ini berbarengan dengan membaca liriknya, maka sebuah impresi instan akan lagu cinta yang super romantis akan menyembul dengan sendirinya.
Selanjutnya ada Mosi Tidak Percaya. Ini lagu paling keras di album ini. Saya suka sekali dengan nuansa anthemic yang dihasilkan bagian reffrain lagu ini. Perpindahan ke lagu berikut yang disisakan oleh bagian akhir lagu ini juga sangat bagus.
Track empat adalah lagu favorit saya dari Efek Rumah Kaca. Rasanya menggeser kesukaan saya akan lagu Desember dari album pertama mereka. Judulnya adalah Lagu Kesepian. Ya, ini lagi-lagi lagu cinta. Ini lagu pop Indonesia standar. Bisa jadi sempurna juga kalau dikover oleh Gigi atau Andra and the Backbone. Haha.
Lagu Kesepian punya nuansa sempurna akan sebuah melankolia. Cocok didengarkan ketika menjelang tidur dan berniat menghapus memori akan kekalahan dari persaingan kerasnya hidup. Saya menulis di review seorang teman, “Cholil nyanyinya tulus banget.” Di beberapa kesempatan, lagu ini bisa menempatkan posisi Cholil Mahmud, vokalis band ini, sebagai seorang penyanyi yang begitu ciamik melagukan sebuah ratapan.
Hujan Jangan Marah pernah saya dengarkan livenya. Dan bagian reffrainnya juga menempel dengan mudah begitu saja. Benar sekali ternyata, lagu ini memperkuat bagian paling bagus dari album ini; track empat sampai tujuh.
Single Kenakalan Remaja di Era Informatika adalah lagu racun yang sayangnya punya judul begitu panjang. Rasanya seluruh bagian lagu ini punya kemampuan untuk membuat orang yang mendengarkannya langsung ingat. Dan itu adalah syarat single yang bagus. Riff gitarnya adalah candu. Dan konstruksi musiknya sangat mantap, sulit untuk percaya bahwa lagu ini dimainkan oleh band beranggotakan tiga orang personil. Tidak sabar untuk menyaksikan lagu ini dimainkan live di hadapan saya satu hari nanti. Pasti akan menimbulkan koor penonton yang membahana.
Menjadi Indonesia adalah favorit nomor dua setelah Lagu Kesepian. Sesekali terdengar ketukan drum yang ganjil. Yang membuat lagu ini kok rasa-rasanya salah masuk atau kurang cocok. Tapi, dengarkanlah berulang, niscaya anda benar-benar yakin bahwa Menjadi Indonesia adalah lagu dengan aransemen paling bagus di album ini.
Yang sulit dipercaya adalah kemampuan mereka untuk mengambil tema nasionalisme tanpa perlu terdengar menggurui atau menjadi sebelas dua belas dengan Cokelat yang selalu terlihat bodoh dengan lagu-lagu nasionalisme mereka. Menjadi Indonesia begitu kontemplatif. Jadi membangkitkan nasionalisme lewat gugahan perasaan yang memang tulus munculnya, bukan gembar-gembor bahwa nasionalisme harus diagungkan di posisi paling atas kehidupan bernegara. Singkatnya, nasionalisme yang diperkenalkan lewat Menjadi Indonesia bukanlah nasionalisme omong kosong yang banyak berseliweran di hidup bangsa ini.
Kamar Gelap ada di track delapan. Mendengarkan lagu ini dengan volume kencang (plus sihir vokal Cholil tentunya) membuat anda mampu merasa perlu membuang beberapa menit waktu di dalam hidup anda untuk memutar berulang track ini. Haha. Sekali lagi, baca liriknya sembari membiarkan lagu ini mengalun.
Jangan Bakar Buku adalah lagu protes yang punya intro mirip dengan Sebelah Mataku dari album pertama mereka. Judulnya sudah barang tentu menyiratkan lagu ini bercerita tentang apa.
Banyak Asap di Sana punya nuansa yang hampir sama dengan Mosi Tidak Percaya. Lagu ini mengawali dua bagian paling buncit dari album ini. Lagu selanjutnya, Laki-Laki Pemalu, juga digarap dengan aransemen yang ‘lucu’. Tapi aransemennya juga patut diacungi jempol.
Nah, seperti debut album mereka, Kamar Gelap juga menyajikan penutup yang bagus. Judulnya Ballerina. Ini karakternya mirip dengan Kenakalan Remaja di Era Informatika. Tipikal lagu single yang akan lancar jaya berputar di radio-radio.
Ok, sekarang saya bicara tentang bagian paling baik dari Efek Rumah Kaca, lirik. Duh, belum lepas rasanya ingatan akan kekaguman banyak orang –termasuk saya— akan lirik bahasa ibu yang bisa mereka lantunkan dengan sangat elegan, sekarang mereka hadir dengan sebuah album yang liriknya sama kuat.
Cholil Mahmud –ia menulis sebagian besar lirik di album ini— adalah sebuah pujangga lirik yang akan selalu diingat banyak orang di negara ini. Saya percaya kualitas seperti ini akan bertahan sampai satu hari nanti mereka berhenti memainkan musik. Kemampuan memotret persoalan dengan sederhana dan (terkadang) mengoplosnya dengan metafora-metafora menarik membuat saya cinta tulisan-tulisan liriknya.
Efek Rumah Kaca juga naik kelas lewat musik mereka. Kualitas rekaman album ini begitu bagus. Musik mereka tidak lagi terdengar kosong seperti debut album mereka. Pengalaman mereka bertambah dan cerita mereka makin menarik untuk diikuti.
Tunggu dulu, saya menuliskan kesan saya akan keduabelas lagu di album ini. Ah, sulit rasanya menemukan album yang 100% isinya punya kesan. Kamar Gelap, punya itu.
Kalau disuruh memilih lima album terbaik di tahun ini, saya akan memasukan album ini di dalam daftar itu. Album ini jauh lebih bagus ketimbang debut fenomenal mereka! Saya yakin seyakin-yakinnya. (pelukislangit)
Available Merch
14.7.08
: CD and Kaset
• Cd The Postmarks - 70,000
• Olive Tree - 35,000
• Cd Mocca Colours - 50,000
• Cd Rnrm Outbox - 45,000
• Cd Purpose Metapurposis - 35,000
• Cd Tigerbaby Lost In You - 70,000
• Cd The Sigit The Visible Idea Of The Perfect - 50,000
• Cd Homogenic Echoes Of Universe - 45,000
• Cd Electronic Groove - 35,000
• Tuesday Riot - 39,500
• Cd Catatan Akhir Sekolah - 45,000
• Ost Janji Joni - 45,000
• Cd Bionic - Return To Zero - 45,000
• Csst Bionic - Return To Zero- 18,000
• Ballads Of The Cliché – Evergreen - 45,000
• Cd Mocca "My Diary" - 50,000
• Cd Pelle Carlberg " In A Nutshell" - 80,000
• Cd M.I.A "Kala" - 80,000
• Cd White Shoes "Skenario Masa Muda" - 25,000
• Cd The Brandals "Brandalisme" - 35,000
• Cd Quickly Express Soundtrack - 35,000
• Cd Radiohead "In Rainbow" Ppn - 150,000
• Cd Mesin Waktu - 45,000
• Cd La Lights Indiefest Vol.2 - 30,000
• Csst La Lightsb Indiefest Vol.2 - 18,000
• Cd Homogenic Epic Symphony - 50,000
• Cd Sore "Port Of Lima" - 40,000
• Rottrevore Death Fest (Dvd) - 75,000
• Siksa Kubur - Podium - 50,000
• Eternal Madness - Di Abad Kegilaan - 50,000
• Chimaira – Resurrection - 65,000
• Soilwork - Sworn To A Great Divide - 65,000
• Sonic Syndicate - Only Inhuman - 65,000
• Changcuter - 40,000
• Jihad - Strategi Setan - 35,000
• Total Rusak - The Bleeding Stump - 35,000
• Disinfected - 40,000
• Dimmu Borgir - On Sorte Diaboli - 65,000
• Forgotten - Tiga Angka Enam - 50,000
• Dead Vertical - Infecting The World - 50,000
• In Flames - A Sense Of Purpose - 75,000
• Nile - Ithypallic - 75,000
• Morbid Dust - War Are Forever - 50,000
Kaset :
• Kaset Blue Sunday - Dunia Baru - 20000
• Kaset Burgerkill – Barkarat - 20000
• Kaset Captain Jack – Unmindless - 20000
• Kaset Chinmaya - Leap Of Faith - 20000
• Kaset Club 8 - Strangely Beautiful - 20000
• Kaset Edson - Unwind With Edson - 20000
• Kaset Erwin Moron Inc – Melancolicaddict - 20000
• Kaset Excision : Visi - 20000
• Kaset Guilty Parties - 10000
• Kaset Guilty Parties – Stagnasi - 20000
• Kaset Ivy – Guestroom - 20000
• Kaset Izi - In Zillion Illusion Tanpa Batas - 20000
• Kaset Jeruji - 3rd - 20000
• Kaset Kaos Kutang Sucks - 10000
• Kaset Kompletekontrol - 20000
• Kaset Mocca - My Diary - 20000
• Kaset Puppen - Mk Ii Re-Released & Re-Mastered - 20000
• Kaset Pure Saturday – Elora - 20000
• Kaset Rocket Rockers - Ras Bebas - 20000
• Kaset Sakral - Alam Maya - 20000
• Kaset Second Class - 20000
• Kaset Sendal Jepit - 20000
• Kaset The Bahamas - Why Not Ep - 20000
• Kaset The Jokes - Mencari Dunia - 20000
• Kaset The Milo - Let Me Begin - 20000
• Kaset Those Flowers - 20000
Pemesanan via email lewat : omuniuum@gmail.com
12.12.07
: katalog :
silakan klik : omuniuum on flickr.
5.12.07
: new arrival cd by fastforward @ omuniuum :


yap, inilah mereka :
• The Postmarks - IDR 70,000
• Olive Tree - IDR 35,000
• Mocca Colours - IDR 50,000
• Rnrm Outbox - IDR 45,000
• Purpose Metapurposis - IDR 35,000
• Tigerbaby - Lost In You - IDR 70,000
• The Sigit - The Visible Idea Of The Perfection - IDR 50,000
• Homogenic - Echoes Of Universe- IDR 45,000
• Electronic Groove - IDR 35,000
• Tuesday Riot - IDR 39,500
• Catatan Akhir Sekolah - IDR 45,000
• Ost Janji Joni - IDR 45,000
yang mau tanya-tanya atau mailorder bisa ke omuniuumbooks@yahoo.com
atau omuniuum@gmail.com.
omuniuum
jl. ciumbuleuit 151 b lt.2 bandung 40141
ph. 022-2038279
25.10.07
cd koil
9.7.07
boxset cds

+ joy division heart and soul boxset
+ new order retro boxset
+ the clash essential
+ the clash singles '77 - '85

